Melancong ke Blog Detik
Desember 4th, 2008
Lantaran cukup tertarik dengan isu Konten Lokal, akhirnya saya mencoba juga blog yang disediakan oleh Detik. Dengan modal paket 6 jam di sebuah warnet di jalan Pahlawan, melanconglah saya ke situs blog Detik yang memang digunakan juga oleh beberapa wartawan Detik yang saya kenal.
Tiba di pintu pendaftaran, saya dihadapkan langsung oleh tampilan pembuatan nama pengguna (username) yang tak asing lagi. Yah, tak asing lantaran menggunakan Wordpress sebagai mesin (enginge) untuk blognya. Meskipun dengan sedikit perbedaan, akhirnya tibalah saya di blog saya yang baru di Detik.
Sebagian besar tata letak menu hampir sama dengan di Wordpress. Tapi ternyata cukup banyak juga yang dikostumisasi untuk kebutuhan pengguna Detik. Atau mungkin juga atas alasan supaya beda dengan yang empunya mesin? Alasan tak jadi soal. Meskipun begitu, nyoba satu persatu menu yang ada, cukup membantu menambah wawasan mengenai dapur blog Detik. Yang saya suka dari layanan blog Detik adalah tema (themes) yang lebih bervariasi. Bahkan ada beberapa tema yang tidak tersedia di layanan Wordpress gratis.
Secara garis besar, blog Detik sudah cukup bagus. Tapi ada beberapa yang mau aku komentari sebagai bahan masukan untuk pengelola. Yang pertama, masih kurang stabil. Sewaktu saya mencoba merubah tampilan di wigdet, entah berapa kali harus me-refresh agar halaman berubah ke tampilan baru. Komentar yang kedua, pembuatan nama blog. Di Wordpress, nama blog bisa berbeda dengan nama pengguna. Tetapi di blog Detik, hal ini tidak bisa dilakukan lantaran yang menjadi nama blog adalah nama pengguna langsung.
Dan komentar yang terakhir, halaman dashboard nampaknya perlu dilengkapi lagi. Pada Wordpress, saya suka dengan fitur statistik pengunjung. Mungkin di blog Detik juga perlu ada fitur serupa. Dan yang paling penting, usahakan agar versi mesin yang digunakan, adalah versi terbaru. Namun alangkah baiknya lagi apabila Detik bisa mengembangkan mesin blog sendiri.
